Jumat, 10 Juni 2011

Hormon – Kehidupan Wanita

Hormon – Kehidupan Wanita


  • Ovarium menghasilkan 2 hormon penting untuk memelihara kesehatan wanita.
  • Hormon wanita menurun secara drastis setelah usia 30 tahun.
  • Kulit yang menurun dan mengkerut (Hormon mengontrol retensi air dalam sel).
  • Payudara yang menurun, bentuk tubuh yang tidak proporsional. (Hormon mengontrol mammalian glands dan metabolisme lemak).
  • Ovarium yang mengering dan peningkatan pH pada pipa vagina menyebabkan mudahnya terjadi infeksi, kehilangan minat sex, kehilangan kalsium, lemah tulang. (Hormon mengontrol  aktivitas vagina dan metabolisme kalsium).
  • Gairah Seks yang tidak seimbang, kurangnya istirahat yang cukup, keringat berlebihan, kelelahan, kurang tidur, menopose dini.

Fakta Tentang Pasutri



Fakta Pasutri Pertimbangkan Fakta-fakta berikut…

Apa yang membuat sebuah hubungan dikatakan harmonis ? hasil survey fakta pasutri membuktikan seperti berikut ini…
  • Kestabilan Finansial? 17%
  • Komunikasi? 25%
  • Mood Sex? 14%
  • Kepuasan Sex? 44%
Faktanya Kurang dari 25% wanita secara konsisten mencapai orgasme selama berhubungan. Di Amerika sendiri, hampir 50 juta wanita menderita MASALAH KEWANITAAN, dimana 3 kali lipat lebih tinggi dibandingkan masalah ED pada pria. 46% pada wanita tidak pernah mencapai puncak kepuasan seksual yang sempurna pada saat berhubungan seks dan di Asia sendiri mencapai angka 52%.

Kesamaan & Perbedaan antara Pria dan Wanita
Kesamaan :
Keduanya Harus mengalami gairah seksual untuk mencapai klimaks – Kepuasan Sex.
Pria -> Penis   |   Wanita -> Klitoris
Perbedaan :
Pria sangat mudah ~ HARUS berereksi pada saat berhubungan. Orgasme – 98%.
Wanita lebih kompleks ~ Bila melakukan seks (tanpa pelumas) sehingga tidak akan mencapai puncak klimaks / orgasme.

Penyebab Penurunan Respon Sex Pada Wanita
Kondisi Medis
  • Depresi, Stres, Diabetes, Rendahnya Estrogen/Testosterone, Menyusui…
Medikasi
  • KB-Implant, Anti-Depresan, Terapi Hormon…
Hubungan Personal
  • Rendahnya Komunikasi, Alcohol, Masalah dengan Pasangan,  Kekerasan RT
Fenomena ini disebut sebagai
“Silent Epidemic”